TGB: Grand Syaikh Al-Azhar dan Para Ulama Ucapkan Selamat Natal

TGB: Grand Syaikh Al-Azhar dan Para Ulama Ucapkan Selamat Natal

TGB: Grand Syaikh Al-Azhar dan Para Ulama Ucapkan Selamat Natal

Akhir-akhir ini, bahasan seputar hukum mengucapakan selamat natal kembali ramai dibahas di media sosial. Bahasan yang hampir berulang setiap tahun ini menjadi bagian perdebatan panas netizen menjelang pilpres 2019.

Sebagaimana kita ketahui, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno turut mengucapkan selamat natal. Begitu pun kebijaksanaan KH Ma'ruf Amin yang turut bersedia mengucapkan selamat natal bagi umat kristiani.

Terkait ucapan selamat natal, Tuan Guru Bajang (TGB) KH Zainul Majdi bercerita seputar ulama-ulama Ahlussunnah wal Jama'ah di timur tengah dan Afrika yang membolehkan ucapan selamat natal. Bahkan diantaranya melakukan ucapan selamat natal untuk umat kristiani yang merayakan natal.

Cerita tersebut diunggah TGB di akun instagramnya @tuangurubajang tertanggal 25 Desember 2018.


Saat saya di Mesir sejak 1991 sampai kembali ke Indonesia 1997, setiap tahun Pemimpin Tertinggi Grand Syekh Al-Azhar dan para ulama mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani. Bahkan Grand Syekh Al-Azhar mendatangi Pope Koptik untuk mengucapkan selamat Natal. Tradisi itu tetap berlaku hingga saat ini.
Tak hanya Grand Syekh Al-Azhar, juga Mufti Mesir Syauqi Allam, Mufti Syria Badruddin Hassun, Syekh Yusuf Al-Qardhawy, Habib Umar bin Hafidz,Syekh Ali Jumah, Syekh Mustafa Azzarqa', Syekh Muhammad Rasyid Ridho, Syekh Ahmad Syarbashi, Habib Ali Al-Jufrie, Syekh Abdullah bin Bayyah Mufti Mauritania dan banyak ulama lain membolehkan untuk mengucapkan selamat Natal. Mereka adalah para ulama yang seumur hidupnya berjuang untuk Islam, tidak diragukan otoritas keilmuan dan keikhlasannya untuk agama.
Saya haqqul yaqin sikap mereka lahir dari pemahaman dan pendalaman yang utuh terhadap Islam, tak hanya teks per teks namun juga  keseluruhan prinsip-prinsip Islam (maqasid syariah). Dan bahwa nilai-nilai Islam bersifat universal untuk kemanusiaan yang berlandaskan persaudaraan dan kedamaian.
Wallohu a'lam.

Itulah kisah Tuan Guru Bajang (TGB), Seorang ulama muda yang juga Hafidz Quran lulusan Universitas Al-Azhar.

Related Posts

Back To Top