Type something and hit enter

By On

Selasa, 19 Juli 2016,
DENNYSIREGAR.COM – Sesudah baca status “Ikhwanul muslimin di seberang jendela” sebenarnya ada hal yang patut kita syukuri.
Besarnya Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Turki (juga Suriah), menyebabkan negara itu kacau. Meski caranya beda tetapi polanya tetap bisa terlihat.
Bagaimana cara Ikhwanul Muslimin membangun sel-selnya?
Mereka masuk melalui sekolah2, universitas2 membentuk kelompok keagamaan. Mereka masuk ke masjid2, merebut dan menguasai masjid. Mereka menjadi pembicara di mimbar2 Jumat. Penguasa Mesir sempat hendak menjadikan shalat Jumat dilangsungkan bersama di satu tempat dalam satu kota seperti di Iran, karena mimbar2 Jumat di masjid2 kecil itu menjadi ajang pengobaran semangat mereka.
Di Turki mereka memanfaatkan keinginan kuat Erdogan untuk terus berkuasa. Catat, Erdogan itu sudah berada di kursi kekuasaan selama 11 tahun menjadi PM dan masih haus menjadi Presiden. Karena itu mereka mendukung terus Erdogan utk berkuasa supaya ikhwan2 mereka bisa masuk ke pemerintahan. Satu waktu, Erdogan akan mereka dongkel juga seperti halnya Hosni Mubarak di Mesir dan menaikkan orang mereka sendiri.
Mereka adalah orang2 yang sabar dalam mewujudkan cita2nya. Mereka menaikkan atau mendompleng orang2 yang berkuasa dulu sebelum akhirnya berkuasa penuh. Selagi mereka dekat dengan pemerintahan, mereka mengumpulkan pundi2 untuk gerakan perjuangan mereka dengan berbagai cara ( mirip dengan di Indonesia kan ? ).
Nah, di Mesir, Turki dan Suriah dipenuhi oleh orang2 Islam yang moderat. Lebih banyak lagi Islam KTP atau sekedar beragama. Karena itu tidak ada yang bisa menahan laju perkembangan mereka. Yang KTP – biasanya mayoritas – merasa bahwa IM itulah Islam sebenarnya dikarenakan kegamangan mereka dan intensifnya IM mendekati mereka.
Beruntunglah kita karena kita punya Nahdlatul Ulama!
Adanya NU di Indonesia menjadi batu sandungan besar untuk perkembangan mereka. Beruntung juga bahwa amalan NU berbeda dengan mereka, sehingga ketika mereka ingin mengubah NU sesuai amalan mereka ( tidak ada tahlilan, ziarah kubur dll ) maka ada yang janggal dan mencurigakan.
Jalan satu2nya mereka untuk menguasai NU adalah masuk ke dalam tubuh NU dan pecah dua mereka. Ketika NU sudah pecah, mereka akan menguasai NU dan melemahkannya dari dalam atau membenturkannya dgn pihak lain.
Jadi, jagalah NU karena mereka sekarang adalah benteng pertahanan kita.
Mereka tidak takut pada pemerintah, karena mereka punya cara untuk menghadapi pemerintah ketika di hajar, yaitu playing victim atau bermain sebagai korban. Konsep di zolimi masih menjadi senjata ampuh mereka dengan menggunakan Islam sebagai cadarnya.
Eh lupa kopinya sampe dingin… Seruput dulu ah… Jangan panas hati bacanya ya…

sumber : http://dennysiregar.com/musuh-mereka-hanya-nu.html 

Post a Comment
Click to comment