Type something and hit enter

author photo
By On
Mengajak Pada Kebaikan? Yakini, Itu Dakwah!

Dakwah.web.id ~ Sahabat fillah, sering kali kita mendengar kata dakwah. Sebuah kata yang bila disebutkan akan terbayang dalam pikiran kita tentang syiar islam. Kebanyakan orang saat ini memaklumi bahwa dakwah sebagai sesuatu yang identik dengan kiyai, ustadz, mubaligh, dan tokoh-tokoh yang dianggap figur dalam sosial kemasyarakatan di lingkungan kita. Pedahal sejatinya, dakwah adalah tugas semua umat islam. Setiap pribadi, setiap kepala, semuanya memiliki kewajiban untuk berdakwah.

Dan jangan dipikir bahwa berdakwah semata-mata adalah ceramah-ceramah yang mesti memiliki podium, semisal sesuatu yang harus dilakukan di pengajian, mesjid, atau di tempat-tempat peribadahan. Akan tetapi dakwah adalah satu kewajiban yang bisa kita lakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan kebaikan apa saja.

Secara bahasa, dakwah (دعوة) merupakan bahasa arab yang berarti ajakan atau seruan. Namun secara istilah, dakwah adalah suatu kegiatan yang sifatnya menyeru, memanggil, dan mengajak seseorang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at, dan akhlak islam. Allah Ta’ala Berfirman:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
Artinya:
“Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata” (QS. Yusuf : 108)

Mengajak kepada kebaikan tidak mesti dengan ucapan dan perkataan. Mengajak pada kebaikan bisa kita lakukan dengan banyak hal. Tidak hanya terkebiri dalam ruang lingkup verbal saja. Sejatinya kita melakukan berbagai kebaikan yang sekiranya mampu membuat orang lain ikut berbuat baik, maka itu termasuk bagian dari dakwah. Dan rupanya, bila kita sentuh hati kita yang paling dalam, semua itu (berdakwah mengajak pada kebaikan) tidaklah sulit untuk kita laksanakan. Asalkan kita mampu sabar dan tawakal, serta mampu mengesampingkan ego dan hawa nafsu kita, insyaallah Allah akan memudahkan jalan kita.

Dakwah saat ini bisa kita lakukan dengan banyak cara yang mudah. Semisal di era teknologi internet seperti sekarang ini, sudah banyak orang melakukan dakwah dengan membuat postingan, quote, gambar, video, atau berbagai hal lain yang dapat menarik seseorang untuk masuk dalam pintu hidayah. Dan ini adalah hal terkecil yang sangat mudah serta bisa dilakukan oleh semua orang. Toh daripada kita bikin status lebay, status geje, ya mendingan status-status yang dapat mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam keseharian kita, dakwah bisa kita lakukan dimulai dari sikap dan tampilan kita di masyarakat. Terkadang, cara berpakaian pun bisa menjadi dakwah yang sangat sederhana. Begitu pun dengan cara kita bersikap. Semuanya adalah sesuatu yang murah dan bisa kita lakukan, serta oleh siapa saja yang memiliki i'tikad baik, tentunya dengan dibarengi kesabaran dan keikhlasan.

Dakwah bisa kita mulai dari saat ini juga. Baik itu dakwah ucapan, perbuatan, sikap dan lain sebagainya. Bahkan hati kita pun bisa berdakwah, setidaknya untuk diri kita sendiri agar output yang keluar dari diri kita akan senantiasa bersinar dalam kebaikan, kesuksesan, dan keberkahan.

Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut:

من دعا الى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من اجورهم شيء ومن دعا الى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئاً 
Artinya:
"Barang siapa mengajak pada kebenaran, maka ia juga mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa kurang sedikitpun. Dan barang siapa mengajak pada keburukan, maka ia juga mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa kurang sedikitpun" (HR. Muslim)

Tidakkah kita merasa bersemangat untuk berdakwah setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW diatas? Tidakkah kita menginginkan pahala? Setidaknya, kita sebagai manusia tentu memiliki keinginan tercapainya kebaikan, baik untuk pribadi maupun untuk seluruh makhluk secara lebih luas. Dan itu semua hendaknya kita tanamkan dalam diri kita, dan kita realisasikan secara bertahap dimulai dari hari ini. Dan juga kita niatkan lillahi ta'ala. Kita mengajak pada kebaikan, kita mengajak pada takwa, kita mengajak pada jalan kebenaran.

Dan yang paling penting adalah, lakukanlah dakwah dengan cara yang baik. Sebab kita sedang berdakwah, yang berarti kita sedang mengajak pada kebaikan. Apabila kita mengajak pada kebaikan, tentu hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang baik. Apa jadinya mengajak pada kebaikan dengan cara yang buruk? Hal tersebut sama saja dengan bohong. Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ 
Artinya :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125)

Oleh karena itu, tidak ada lagi hal yang menghalangi kita untuk berdakwah. Tidak ada sesuatu apa pun yang mesti kita takutkan dalam mengajak pada kebaikan. Allah SWT menjanjikan pahala bagi orang-orang yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ia lah yang akan senantiasa melindungi hambanya yang mampu sabar dan tawakal.
***
(Ust. RM)
Post a Comment
Click to comment