Hari Valentine 14 Februari, Hari Kasih Sayang

author photo
Hari Valentine 14 Februari, Hari Kasih Sayang

Dakwah.web.id ~ Bila memasuki tanggal 14 Februari, entah kenapa kita selaku umat islam menjadi sering merasa waswas. Banyak kekhawatiran yang kemudian muncul di benak kita, apalagi di tengah rapuhnya kondisi moral dan mental generasi bangsa saat ini. Hal ini tidak lain karena pada tanggal tersebut beberapa kalangan (khususnya di barat) menjadikan momentum 14 Februari sebagai hari kasih sayang, atau lebih akrab dikenal sebagai hari valentine.

Sekilas memang tidak ada yang salah dengan hari kasih sayang. Sebab kasih sayang justru adalah sebuah keharusan karena merupakan bagian dari sesuatu yang dapat menciptakan kedamaian dan kerukunan. Jika memang diperlukan adanya hari khusus untuk dijadikan simbol dalam menyuarakan kampanye kasih sayang, why not? Toh saling mengasihi dan menyayangi itu merupakan hal yang bagus. Bahkan Rasulullah SAW berdabda:
‏ﻣﻦ ﻻ ﻳﺮﺣﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻻ ﻳﺮﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Artinya:
"Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah tidak akan mengasihinya." (HR. Muslim)
Namun disini realitanya tentu tidak demikian. Hari kasih sayang 14 Februari atau yang lebih kita kenal dengan hari valentine jelas berbeda. Banyak hal yang menjadi sekat dan segan untuk diperingati baik dari sisi historis, nilai, makna, efek, serta cara perayaannya saat ini.

APA ITU HARI VALENTINE?
Sebagaimana yang ditulis dalam wikipedia.org tentang hari kasih sayang, Hari Valentine atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Dan dilihat dari sejarah awal kemunculannya, hari valentine sangat erat kaitannya dengan gereja dan umat kristiani di masa lalu. Dan kini menjadi satu budaya yang mentradisi di dunia barat.

Dan di era modern seperti sekarang ini, banyak sekali pergeseran-pergeseran dalam ritual perayaannya. Baik itu di kalangan barat sendiri sebagai wilayah yang menjadi sumber kemunculannya, maupun di wilayah non-barat yang sudah ikut-ikutan merayakan valentine.

Adapun yang sudah maklum diketahui, bahwa perayaan valentine di barat saat ini tidak jauh dari perayaan cinta dan kencan, khususnya banyak dirayakan oleh kalangan muda mudi yang belum menikah. Momen valentine banyak dijadikan ajang mengungkapkan cinta pada seseorang yang dicintai. Bahkan bagi pasangan sejoli yang sudah menjalin hubungan pacaran, tak jarang mereka melakukan sesuatu yang lebih pada hari tersebut. Bukan hanya sekedar saling memberi sesuatu berupa barang, bahkan juga memberi sertabmelakukan bangak interaksi yang dalam agama islam sungguh sangat dilarang, termasuk hubungan badan di luar nikah.

Perayaan hari valentine biasanya sering diisi dengan saling memberi cokelat sebagai simbol kasih sayang. Ada pula yang memberi ucapan-ucapan cinta melalui surat atau sebagainya. Bahkan dalam lingkup yang lebih besar, sering pula diadakan pesta-pesta khusus. Dimana di dalamnya digelar minuman-minuman keras hingga interaksi antar lawan jenis yang tentu sangat asing dengan agama dan budaya kita selaku umat islam.

Dan tentu, pergaulan ala barat semacam itu jelas tidak baik dan perlu kita singkirkan. Terutama dengan adanya hari valentine yang jelas bisa merusak kultur, budaya, moral, dan keagamaan di negeri kita. Selain di dalamnya tidak tepat dalam memaknai kasih sayang, valentine juga dapat merusak mental dan moral generasi bangsa ke depan.

Oleh sebab itu, No valentine. Mari kita berani untuk lantang menyuarakan kata tidak untuk valentine. Jangan sampai kita masuk pada hegemoni orang-orang yang berbuat dosa. Orang-orang yang lupa dan lalai. Apa pun alasannya. Jangan sampai kita menyatakan dukungan terhadap simbol kemunkaran, meski kita tidak melakukannya, namun mendukung sama artinya membiarkan dan memfasilitasi orang lain berbuat dosa.

Kasih sayang penting kita tanamkan. Namun bukan seperti valentine yang ada sekarang. Kasih sayang adalah bagaimana cara kita membuat kebaikan, kebahagiaan, dan kemanfaatan bagi semesta alam tanpa menciptakan kemadaratan. Khususnya untuk orang-orang terdekat kita, umumnya untuk masyarakat yang lebih luas. Dan semoga Allah merahmati niat baik kita semua. Amiin.

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post