Islam Berkonflik Bukan Jalan Terbaik

author photo
Islam Berkonflik Bukan Jalan Terbaik

Dakwah.web.id - Dewasa ini, umat islam dibuat resah oleh tingkah polah golongan minoritas yang gemar memunculkan isu-isu kebencian dan permusuhan.

Keindahan islam yang sejatinya damai seolah menjadi agama yang gaduh, agama yang mengancam keharmonisan dunia serta menebarkan kegelisahan. Baik itu berupa sikap-sikap radikalis hingga aksi-aksi terorisme. Pedahal hal-hal demikian tidaklah benar. Sebab islam adalah agama yang sejahtera, agama yang menyampaikan pesan-pesan kedamaian. Rasulullah SAW bahkan mengatakan dalam satu sabda:

ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الإِيمَانَ الإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ ، وَالإِنْفَاقُ مِنَ الإِقْتَارِ

“Tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya, maka ia menyempurnakan iman: [1] Jujur pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam sejahtera pada dunia, dan [3] berderma pada kebutuhan umum. ” (HR.Bukhari)

Namun demikian, memang tidak bisa dipungkiri, bahwa saat ini ada beberapa golongan kecil dalam islam yang memiliki pemahaman-pemahaman nyeleneh, yang sering kali melakukan perbuatan-perbuatan menggelikan dan mengatasnamakan islam. Mereka melakukan aksi-aksi sembelih atau bahkan menaruh "petasan" dengan daya ledak sableng di berbagai daerah. Membuat banyak keresahan dan kegaduhan. Hingga membuat banyak orang dirugikan. Bukan hanya orang-orang kafir, orang-orang islam sendiri yang merasa dirugikan.

Parahnya, kenyelenehan dan kekonyolan mereka tersebut malah bersemi dan berbunga-bunga. Ditumpas malah muncul lagi bibit-bibitnya. Entah apa yang salah? Haruskah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Atau malah ikutan gila dengan saling tuduh menuduh seperti apa yang pernah dilakukan Bung Jonru? Tidak! Itu bukan jalannya para pendekar.

Hal ini perlu kita sikapi secara utuh, dan antisipasinya perlu kita massifkan bersama. Sebab ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi kemunculan islam galak, islam radikal, dan islam penuh amarh. Mulai dari permasalahan psikis, ekonomi, sejarah, serta faham ajaran apa yang mereka pelajari. Serta masih banyak lagi faktor yang akan sangat berpengaruh atas kemunculan mereka tersebut.

Dari sebagian hal yang mendasari tentu adalah doktrin faham islam yang mereka anut. Dimana mereka menganut pemahaman islam yang tidak utuh, yakni pemahaman islam yang tidak disepakati oleh jumhur ulama dan tidak pula diikuti oleh as-Sawad al-a’dzom  (mayoritas umat islam). Hal ini sangat memberi pengaruh serta peran besar dalam menciptakan intoleranisme, radikalisme, dan fundmentalisme.

Kita bisa lihat adanya musibah dan kegaduhan yang ada di timur tengah. Selain adanya paradigma kebencian terhadap barat, di sana tumbuh subur pula kebencian dan saling curiga antar sesama muslim. Hal ini karena adanya perbedaan faham agama dan sekte-sekte islam baru yang membuat ricuh.

Semisal kegaduhan antara sekte wahabi dan syiah yang seperti tiada ujung untuk terus berkonflik. Sehingga yang menjadi korban adalah warga sunni yang dikenal toleran dan mengedepankan islam rahmatan lil alamin. Bahkan sekte wahabi dan sebagian kecil dari syiah tak jarang pula memusuhi sunni akibat sudah carut-marutnya peta konflik disana.
Hingga tak sedikit masyarakat sunni pun kemudian ikut tergiring pada konflik.

Wahabi mislanya, sekte yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab ini selalu membuat keresahan faham dalam islam. Islam yang sudah sempurna dan berjalan sekian lama dari masa ke masa sejak zaman Rasulullah diobrak abrik. Amaliyah seperti tawassul yang sudah disepakati kebolehannya oleh para ulama dari masa ke masa serta diamalkan oleh umat muslim dari kurun ke kurun dianggap sebagai perbuatan syirik. Dan orang yang melakukannya dianggap telah menyekutukan Allah dan Kafir. Bila tidak mau bertaubat maka wajib dibunuh. Sehingga genosida pernah dilakukan oleh wahabi kepada umat islam di wilayah yang sekarang bernama Arab Saudi karena tidak mau meninggalkan amaliyyah yang sudah disepakati tersebut.

Selain itu, wahabi juga menganggap amalan-amalan seperti peringatan Maulid nabi, Ziarah Kubur, dan masih banyak lagi amaliyyah lainnya dianggap sebagai perbuatan bid’ah. Setiap bid’ah adalah sesat menurut mereka. Dan setiap yang sesat akan masuk neraka. Sehingga dengan pola fikir seperti ini, meraka tidak segan untuk menyakiti dan menteror umat islam mayoritas. Sebab umat islam yang tidak sejalan dengan mereka dianggap halal darahnya. Dan ini masih berlangsung hingga saat ini.

Betapa banyak ulama yang dibunuh. Darah menghampar. Konflik terus berkepanjangan. Bahkan sampai kuburan nabi, sahabat, tabiin, dan atba’ tabi’in banyak yang dirobohkan. Bahkan tidak jarang sampai di bom hanya karena banyak di ziarahi oleh kaum muslimin.

Tahukah kalian bahwa Sahabat nabi itu ada banyak? Bahkan juga para tabi’in dan para atba’ at-tabi’in, serta para ulama dari masa ke masa semua ada banyak? Namun pernahkah kalian tahu bagaimana peninggalannya saat ini? Tahukah? Adakah yang kalian ketahui?

Atau tahukah kalian peniggalan sejarah Rasul, sahabat, dan tabiin, dan atba’ tabiin yang ada saat ini? Bahkan jika kalian pergi ke Mekkah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawwaroh sekali pun kalian akan suliat menemukan peradaban islam masa lalu. Peninggalan sejarah berupa rumah, barang-barang nabi, dan lain sebagainya telah dirobohkan dan dihancurkan hingga kita gelap akan sejarah, Penghancuran tersebut dilakukan oleh faham wahabi yang menganggap bahwa rumah atau barang-barang Nabi berpotensi menimbulkan kemusyrikan. Sehingga semua dimusnahkan. Makam para sahabat, ulama, dan umat islam diratakan semua. Dan dibangunlah Mall dan hotel-hotel mewah. Ini terjadi di Saudi Arabia yang sejak dua ratus tahun terakhir dikuasai oleh faham wahabi hasil kerjasama dengan Inggris. Mereka merebut tanah hijaz yang sebelumnya berada dalam kekuasaan kekhalifahan Turki Utsmani.

Saat ini faham wahabi adalah faham resmi yang dipakai ISIS, Jubhah Nusra, Al-Qaeda, Ansharu Sunna, Bokko Haram, dan islam radikal lainnya.

Selain wahabi, sudah maklum pula adanya Syiah yang ajarannya hampir keseluruhan menyimpang. Dan syiah sudah lebih dahulu muncul dalam islam sebelum adanya wahabi.

Buat generasi muda islam, mohon untuk lebih waspada. Hal ini karena kebanyakan orang yang direkrut dan dikelabui adalah anak muda. Anak muda yang awam agama namun memiliki semangat tinggi biasanya menjadi sasaran rekrutment. Bahkan anak alay yang suka nongkrong di media sosial pun jadi sasaran. Sebab, saat ini ajaran faham golongan menyimpang sudah bayak yang merambah dunia internet. Mereka melakikannua dengan berbagai macam pencitraan yang mampu membuat penasaran dan kagum orang-orang awam khususnya di kalangan anak muda.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita petunjuk untuk menapaki indahnya al-Quran dan as-Sunnah serta langkah-langkah para ulama sebagai warosatul anbiyya.
***
Rm

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post