Top Ad 728x90

Inilah Para Pahlawan Nasional Dari Kalangan Pesantren

author photo
Dakwah.web.id ~ Tentunya kita sudah sangat mengenal para pahlawan nasional seperti Soekarno, Bung Hatta, Bung Tomo, Ahmad Yani, Otto Iskandar Dinata, dan para pahlawan lainnya. Mereka adalah para pejuang bangsa yang berusaha membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Mereka adalah para pahlawan yang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Hampir semua para pahlawan bangsa pernah mengenyam bangku pendidikan. Pedahal dulu mereka hidup di masa yang sulit dengan berbagai tekanan dan ancaman akibat penjajahan. Namun demikian mereka tetap tidak mengesampingkan pentingnya kewajiban menuntut ilmu.

Bahkan diantara para pahlawan nasional kita, terdapat para pahlawan yang berasal dari kalangan pesantren. Mereka adalah orang-orang yang pandai dalam ilmu agama dan pernah mondok di berbagai pesantren dengan status sebagai santri. Meski dari pesantren, namun rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme justru sangat tinggi.

Berikut ini adalah para pahlawan yang berasal dari pesantren:

1. KH. Hasyim Asyari
Beliau adalah sosok yang tidak asing di kalangan Nahdlatul Ulama. Pendiri Nahdlatul Ulama ini dikenal sebagai "master plan pesantren" yang memiliki ilmu agama yang sangat tinggi. Sepulangnya dari Mekah pada tahun 1899 beliau mendirikan pesantren Tebuireng di Jombang. Dan pada tahun 1926 b3liau mendirikan organisasi islam terbesar di Indonesia, bahkan dunia, yakni Nahdlatul Ulama.

Sebagai seorang ulama sekaligus pimpinan peantren, beliau senantiasa membimbing dan mengajar para santri dalam berbagai bidang disiplin keilmuan khususnya di bidang agama. Disamping itu beliau juga produktif dalam membuat karya tulis. Diantara karya-karya KH. Hasyim Asyari adalah bisa dilihat disini ( Karya-karya KH. Hasyim Asyari )

KH. Hasyim Asyari

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, salah satu moment penting yang beliau lakukan adalah dengan mengeluarkan resolusi jihad. Melalui resolusi ini beliau mewajibkan umat islam membela tanah air dan melawan para penjajah sebagai sebuah jihad. Hingga kemudian umat islam berbondong-bondong melakukan perlawanan, terkhusus dari kalangan peantren di Indonesia.

2. KH. Ahmad Dahlan
KH. Ahmad Dahlan atau Darwis lahir pada 1 Agustus 1968 di Yoyakarta. Nama beliau tidak asing di kalangan umat islam nusantara. Sebagai Pendiri organisasi Muhammadiyah beliau banyak melaksanakan cita-cita pembaruan islam di Indonesia.

KH. Ahmad Dahlan

Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961.

3. Bung Tomo
Bermula ketika Presiden Soekarno mengirim surat kepada KH. Hasyim Asy'ari berkenaan tentang hukum dalam agama Islam tentang perang membela negara dari ancaman musuh. Kemudian pada tanggal 21-22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy'ari mengumpulkan Kiai se Jawa dan Madura.



Bung Tomo

Dalam rapatnya tersebut, diputuskan bahwa perang membela negara adalah perang suci atau disebut dengan jihad. Pada masa itu, disebut juga dengan resolusi jihad. Dan tepat sekali Bung Tomo lah pemimpin dari perang suci tersebut yang juga berlatar belakang pesantren, hingga berhasil menggerakkan semangat warga Surabaya untuk berperang melawan penjajah. Dikabarkan bahwa perang itu adalah perang nasional terbesar.

4. KH. Wahid Hasyim
Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, 1 Juni 1914 dan meninggal pada 19 April 1953 di usia 38 tahun karena mengalami kecelakaan di Cimahi, Jawa Barat. Beliau adalah pahlawan nasional Indonesia dan merupakan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Ia adalah ayah dari presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid dan anak dari Hasyim Asy'ari.

KH. Wahid Hasyim

Dalam bidang pendidikan, beliau memiliki banyak teroboan-terobosan guna melakukan pembaruan dalam dunia pendidikan. KH. Wahid Hasyim menganggap bahwa ilmu pengetahuan saja tidak cukup, perlu adanya ilmu agama yang diberikan dalam kurikulum pendidikan. Melalui gagasannya tersebut, mulailah ada kelembagaan pendidikan dan agama Islam seperti pesantren dan kini ada Universitas Islam Negeri (UIN). Wahid Hasyim dimakamkan di Tebuireng, Jombang.

5. KH. Wahab Hasbulloh

Beliau lahir pada 31 Maret 1888 di Jombang, Jawa Timur. Dan meninggal pada 29 Desember 1971 saat beliau berusia 83 tahun. KH. Wahab Hasbulloh adalah seorang ulama yang berpandangan modern, dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 November 2014.

KH. Wahab Hasbulloh

Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, beliau memimpin laskar Hizbulloh (mujahidin) sebagai seorang panglima. Beliau gencar melawan penjajahan di Masa pendudukan Jepang.

6. KH. Abdurrahman Wahid
KH. Abdurrahman Wahid tidak lain akrab disapa dengan panggilan Gus Dur. Beliau merupakan Presiden RI ke- 4 yang berasal dari kalangan peantren. Pada tahun 2015 ini, beliau diangkat menjadi pahlawan Nasioal Indonesia.

Gus dur

Demikianlah beberapa pahlawan yang pernah menjadi santri dan berasal dari pondok pesantren. Mereka nyantri namun tetap memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post