Liga Santri Nusantara Diikuti 192 Pondok Pesantren Se-Indonesia

author photo
Liga Santri Nusantara Diikuti 192 Pondok Pesantren Se-Indonesia
Dakwah.web.id ~ Sebanyak 192 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia akan turut serta dalam kompetisi sepakbola nasional Liga Santri Nusantara (LSN). Kompetisi sepakbola ini diikuti para santri dari berbagai pondok pesantren yang tersebar di 10 provinsi se Indonesia.

Mukafi Makki selaku Panitia Liga Santri Nusantara menjelaskan bahwa pelaksanaan event ini akan berlangsung mulai 6 September, "Kick off secara nasional di Stadion Singa Perbangsa, Karawang, Jawa Barat," ujarnya kepada wartawan usai acara Penutupan Bimtek Sepakbola Liga Santri Nusantara di Hotel Papilion, Surabaya, Kamis (3/9/2015).

Mukaffi yang juga Ketua Yayasan Liga Santri Nusantara mengatakan bahwa Liga Santri Nusantara ini adalah pertama kali digelar. Event yang dimulai 6-22 September 2015 diikuti santri dari berbagai ponpes yang tersebar di 10 provinsi yakni Lampung, Sulbar, Sultra, NTB, Jatim, Jateng, Jabar, Yogyakarta, DKI Jakarta dan Banten.

Masing-masing terbagi dalam zona. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat masing-masing terdapat 3 zona dan mengunakan sistem setengah kompetisi.

Mereka yang juara per zona akan masuk ke dalam group 16 besar. Untuk 16 besar dibagi dalam 3 group yakni, Sukoharjo Jawa Tengah, Purwakarta Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Syarat-syaratnya diantaranya adalah maksimal usia U17 tahun atau maksimal kelas 1 setingkat madrasah aliyah. Syarat pemain wajib menunjukkan surat keterangan yang berkop dan stempel dari pondok pesantren," jelasnya sambil menambahkan, bahwa kompetisi LSN bekerjasama antara Kemenpora dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Kita juga bekerjasama dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional LSN Syaifudin Munis menambahkan, digelarnya Liga Santri Nusantara untuk menghapus stigma bahwa kaum santri adalah kaum sarungan.

"Harapan kita yang pertama ini tidak bicara prestasi, tapi mencari, menggali dan menjaring potensi atlet sepakbola dari santri. ya barangkali Timnas bisa mencari bibitnya dari hasil Liga Santri Nusantara ini," tambah pria yang disapa Bang Uding.
(sumber: detik.com)

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post