Type something and hit enter

author photo
By On
Doa Sebelum Bersetubuh dan Alasan Mengapa Perlu Dibaca
Gambar: viva.co.id
Dakwah.web.id ~ Sejatinya sepasang suami istri pasti akan melaksanakan "hubungan suami istri". Sebab hal ini merupakan bagian dari ibadah yang besar nilainya baik dari sudut pandang agama maupun psikologis. Dimana melakukan hubungan badan (bersetubuh) bagi pasangan suami istri adalah bagian dari sunnah yang juga akan menambah sisi harmonis dalam hubungan rumah tangga.

Namun perlu diketahui, banyak pasangan suami istri yang melaksanakan aktifitas ini namun melewatkan beberapa etika dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah banyak pasangan suami istri yang tidak membaca doa terlebih dahulu sebelum berjima' (bersetubuh). Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya akibat ketidaktahuan. Pedahal dalam agama, membaca doa sebelum melakukan hubungan badan perlu untuk dilaksanakan. Mengapa?

DOA SEBELUM BERSETUBUH

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ، ﻭَﺟَﻨِّﺐْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ
Bismillahi Allahumma jannibnasy Syaithoona, wa jannibisy syaithoona ma rojaqtana
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah, Yaa Allah, Jauhkanlah kami dari syaitan, dan jauhkan syaitan dari apa (anak) yang telah engkau rizkikan kepada kami" (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa Doa Sebelum Bersetubuh Perlu Dibaca?

Berikut ini adalah hadits dari Ibnu 'Abbas r.a.
 
 ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ( ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺇِﻥْ ﻳُﻘَﺪَّﺭْ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻭَﻟَﺪٌ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮَّﻩُ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ ﺃَﺑَﺪًﺍ
Artinya:
"Jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi (menyetubuhi) istrinya berdoa "Bismillaahi Alloohumma jannibnasy syaithoona wajannibisy syaithoona maa rozaqtanaa" maka jika Allah mentakdirkan memiliki anak melalui persetubuhan itu, maka ia (anak itu) tidak akan dibahayakan oleh syaitan selama-lamanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits-hadits diatas menunjukan bahwa doa diatas dibacakan saat hendak berjima'. Yakni:

ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ

Adapun, beberapa ulama berbeda pendapat mengenai maksud dari ucapan ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮَّﻩُ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ ﺃَﺑَﺪًﺍ  dalam hadits diatas. Ada yang mengatakan, maksud dari redaksi tersebut adalah kelak anaknya akan menjadi bagian dari orang-orang yang shalih, yang tidak dirasuki oleh syetan. Ada pula yang berpendapat bahwa syetan tidak akan melemparkan, atau menyesatkannya terhadap kekufuran, atau juga syetan tidak akan menemani ayahnya saat sedang menjima' ibunya.

Imam Al-Qadli Iyadl -rahimahullah- berkata sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (5/10):

ﻗﻴﻞ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑـ(ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮﻩ) : ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺼﺮﻋﻪ ﺷﻴﻄﺎﻥ . ﻭﻗﻴﻞ : ﻻ ﻳﻄﻌﻦ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ ﻭﻻﺩﺗﻪ ، ﺑﺨﻼﻑ ﻏﻴﺮﻩ . ﻗﺎﻝ :
ﻭﻟﻢ ﻳﺤﻤﻠﻪ ﺃﺣﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﻭﺍﻟﻮﺳﻮﺳﺔ ﻭﺍﻹﻏﻮﺍﺀ ” ﺍﻧﺘﻬﻰ . ﻧﻘﻠﻪ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ “ ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ” ( 10/5)

Artinya:
"Dikatakan, maksud dari (ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮﻩ) adalah syetan tidak akan menjerumuskannya. Dikatakan pula, tidak akan ada fitnah syetan ketika kelahirannya, berbeda dengan hal yang lainnya. Beliau berkata: Seseorang tidak akan menanggung seluruh kemadaratan, bisikan, dan godaan syetan."

Ibnu Daqiqil Id berkata dalam ihkamul ahkam syarh 'umdatul ahkam:

 ﻭﻗﻮﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ : ” ﻟﻢ ﻳﻀﺮﻩ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ” ﻳﺤﺘﻤﻞ ﺃﻥ ﻳﺆﺧﺬ ﻋﺎﻣﺎ ، ﻳﺪﺧﻞ ﺗﺤﺘﻪ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﺍﻟﺪﻳﻨﻲ ، ﻭﻳﺤﺘﻤﻞ ﺃﻥ ﻳﺆﺧﺬ ﺧﺎﺻﺎ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﺍﻟﺒﺪﻧﻲ ؛ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻻ ﻳﺘﺨﺒﻄﻪ ، ﻭﻻ ﻳﺪﺍﺧﻠﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻀﺮ ﻋﻘﻠﻪ ﺃﻭ ﺑﺪﻧﻪ ، ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻗﺮﺏ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺘﺨﺼﻴﺺ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺍﻷﺻﻞ ؛ ﻷﻧﺎ ﺇﺫﺍ ﺣﻤﻠﻨﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﺍﻗﺘﻀﻰ ﺫﻟﻚ : ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻌﺼﻮﻣﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻛﻠﻬﺎ ، ﻭﻗﺪ ﻻ ﻳﺘﻔﻖ ﺫﻟﻚ ، ﺃﻭ ﻳﻌﺰ ﻭﺟﻮﺩﻩ ، ﻭﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﻭﻗﻮﻉ ﻣﺎ ﺃﺧﺒﺮ ﻋﻨﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ . ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺣﻤﻠﻨﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻀﺮﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺃﻭ ﺍﻟﺒﺪﻥ : ﻓﻼ ﻳﻤﺘﻨﻊ ﺫﻟﻚ ، ﻭﻻ ﻳﺪﻝ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻮﺩ ﺧﻼﻓﻪ . ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ” . ﺍﻧﺘﻬﻰ. “ ﺇﺣﻜﺎﻡ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺷﺮﺡ ﻋﻤﺪﺓ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ” ( 1/398) .

Artinya:
"Ucapan Baginda Nabi SAW "ﻟﻢ ﻳﻀﺮﻩ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ" memungkinkan untuk difahami secara umum, yang mana kemadaratan terhadap urusan agama bisa termasuk didalamnya. Dan memungkinkan pula dipahami secara khusus dengan dinisbatkan pada kemadaratan bersifat badan yg berarti; syetan tidak akan memukulnya dan tidak akan merasukinya terhadap apa yg bisa merusak akal dan badan. Dan ini adalah kemungkinan yang paling dekat walaupun pengkhususan ini berbeda dengan ushul."

"Sebab kalau kita memahami secara umum, maka hal tersebut menuntut terhadap adanya anak yg terlahir menjadi ma'shum dari seluruh kemaksiatan. Dan itu tidak disepakati. Atau dimuliakan wujudnya. Sedangkan apa yang telah disampaikan oleh Nabi SAW seyogyanya mesti terbukti."

"Adapun jika kita memahami itu sebagai kemadaratan terhadap akal dan badan, maka tidak ada larangan dalam hal tersebut. Dan tidak ada dalil yang menunjukan terhadap perbebedaan. Wallahu a'lam." (end)

Oleh sebab itu, hendaknya kita senantiasa untuk membiasakan diri melakukan berbagai aktifitas disertai dengan niat ibadah. Sebagaimana dalam melaksanakan hubungan suami istri. Bagi pasangan yang sudah menikah, hendaknya melakukan hubungan badan tidak tergesa-gesa untuk langsung bergumul, melainkan setelah berdoa terlebih dahulu. Karena banyak rahasia dan hikmah yang bisa kita dapatkan. Selain nilai ibadah yang akan semakin tinggi, juga untuk menghindarkan diri dari perilaku dan godaan syaitan saat sedang melakukan hal tersebut. (RM)
Post a Comment
Click to comment