Type something and hit enter

author photo
By On
Di Bandung Barat Ada Balapan Liar Saat Bulan Ramadhan

Dakwah.web.id ~ Sudah maklum rasanya bila kita berbicara mengenai berkah dan keutamaan di bulan Ramadhan. Sehingga tanpa perlu diungkapkan kembali, sejatinya setiap orang pasti tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan kebaikan yang mana setiap muslim mesti berlomba-lomba untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Namun apa jadinya bila bulan Ramadhan dijadikan momentum untuk sekedar mencari nuansa-nuansa baru yang malah meresahkan?

Di Bandung Barat, tepatnya di perbatasan antara kecamatan Cililin dan kecamatan Cipongkor, terdapat jalanan umum yang sering dijadikan trek untuk balapan liar. Yakni sepanjang jalan Cikadu, Cililin. Jalanan ini sudah lama dibangun oleh pemerintah sebagai pengganti akses jalan yang terendam air ketika proyek pembangunan bendungan saguling puluhan tahun silam.

Jalanannya kecil, lebarnya mungkin hanya sekitar empat meter. Namun di beberapa titik terdapat trek lurus yang jika dikira-kirakan panjangnya sekitar 300 sampai 500 meter. Kepadatan pengguna jalan yang melintas di jalan ini terbilang aktif. Sebab jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa kecamatan untuk menuju ke arah Cililin.

Apalagi di bulan Ramadhan, intensitas lalu lintas akan sangat padat di jalanan Bandung Barat, khususnya pada sore hari. Tidak terkecuali di sepanjang jalan Cikadu, masyarakat akan berlalu lalang di jalanan ini dengan intensitas yang lebih banyak dari biasanya.

Anehnya, saat sore hari, saat aktifitas jalan cukup ramai dan padat, justru jalanan ini dijadikan arena trek-trekan liar. Banyak orang berkumpul, umumnya adalah muda-mudi yang katanya sedang ngabuburit di sepanjang jalan yang di kanan dan kirinya adalah genangan air sungai saguling. Aktifitas balapan liar ini hampir setiap hari berlangsung. Dan ini sangat meresahkan masyarakat. Terutama menggangu ketenangan ibadah di Bulan Ramadhan yang harusnya tenang dan damai.

Penulis sendiri, sempat beberapa kali melalui jalan tersebut. Dan ada satu kejadian dimana penulis hampir mengalami tabarkan dengan salah satu "pembalap". Ketika itu, penulis mengendarai mobil. Alangkah terkejutnya penulis ketika diarah yang berlawanan melaju dua motor yang sedang nge-trak. Apalagi, saat itu kebetulan mobil sedang sedikit ketengah. sebab, di sebelah kanan dan kiri jalan dipenuhi dengan orang yang berkumpul. Namun untungnya penulis sigap mengerem dan sedikit membelokkan mobil ke arah kiri. Motor yang balapan pun melambatkan lajunya dengan memepetkan ke lajur kanan atau bahkan hampir ke luar lintasan.

Memang beberapa kali sering ada patroli dari kepolisian untuk menghentikan kegiatan balapan liar ini. Namun balapan liar biasanya terulang kembali saat patroli polisi sudah tidak ada. Semoga ada penyelesaian dan antisipasi lebih permanen dari pemerintah dan aparat kepolisian bulan Ramadhan yang akan datang tidak terjadi aktifitas seperti ini. Sebab aktifitas balapan liar di tempat ini sudah setiap tahun berulang. (rm)
Post a Comment
Click to comment