Situs Kemenag Jawa Timur Muat Panduan Shalat Yang Memojokan Amaliyyah NU

author photo
Situs Kemenag Jawa Timur Muat Panduan Shalat Yang Memojokan Amaliyyah NU


Dakwah.web.id
- Salah satu situs pemerintah yang dalam hal ini situs Kementrian Agama RI Provinsi Jawa Timur dalam lamannya memuat tulisan tentang panduan dan tatacara pelaksanaan shalat. Tulisan ini bisa diakses melalui rubik "PANDUAN SHALAT" yang terdapat dalam menu navigasi website tersebut. Namun kemudian tulisan tersebut ternyata menuai kontroversi dari beberapa kalangan masyarakat. Hal ini karena tulisan tersebut dianggap memojokan amaliyyah ibadah salah satu ormas islam besar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama.

Secara eksplisit portal Kemenag Jatim memojokkan amaliyah warga NU dalam rubrik 'DATA’. Dalam rubrik ini, portal Kemenag Jatim memuat makalah berisi Dalil dan Gambar Gerakan Sholat Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Ustadz Achmad Rofi’i Lc M Mpd.

Pada sub rubrik ‘PANDUAN SHOLAT’, dikatakan secara jelas, “Dan tidak perlu melafadzkan 'Usholli….’ melalui mulutnya, akan tetapi niat tersebut cukup digerakkan dan disengajakan oleh hatinya bahwa dia akan sholat.

Hal ini sangat disayangkan. Sebab Muatan konten tersebut tidak selayaknya dimuat oleh situs Kemenag sebagai situs pemerintah yang seharusnya bersikap toleran dan mengedepankan gagasan perdamaian antarumat beragama. Bukan malah terkesan memojokan amalaiyyah salah satu kelompok muslim.

Terlebih, pendapat yang memperbolehkan membacakan niat seperti mengucap 'usholli' sebelum takbiratul ihram adalah pendapat mayoritas. Dan ini sangat disayangkan dimuat oleh Situs Kemenag RI Jawa Timur.

Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) H Syaifullah Amin menyayangkan hal ini bisa terjadi di lingkungan Kemenag RI Jatim. Terlebih lagi Jawa Timur merupakan salah satu basis terbesar warga NU. Ini cenderung melukai rasa beragama warga NU.

Mestinya Kemenag RI harus adil dan menghargai pendapat orang lain. Bahkan adil juga dalam menyiarkan pendapat lain melalui fasilitas kementerian,” kata H Amin, Kamis (11/6) malam.
***

Rifqi/nu.or.id
Next article Next Post
Previous article Previous Post