Type something and hit enter

author photo
By On
Niat Puasa Ramadhan
Dakwah.web.id

Pertanyaan:
Apakah wajib berniat puasa pada setiap malam di bulan Ramadhan? Ataukah cukup niat satu kali untuk puasa selama sebulan penuh?

Pembahasan:
Dalam islam niat merupakan hal yang sangat penting dilaksanakan oleh setiap insan dalam menentukan tujuan dan maksud atas kebanyakan urusan. Rasulullah SAW bersabda:

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ، ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪ ﻟِﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﻤَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪ

Artinya: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau karena perempuan yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tujukan.”

Kaitannya niat dengan puasa, Rasulullah SAW bersabda:

ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺠْﻤَﻊِ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡَ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻓَﻠَﺎ ﺻِﻴَﺎﻡ ﻟَﻪُ

Artinya: "Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar maka dia tidak puasa" (HR. Al-Arba'ah dengan lafadz Abu daud dan At-Tirmidzi)

Niat itu dihadirkan dalam hati, karena tempat niat adalah didalam hati. Sedangkan melafalkan niat dalam lisan tidak menjadi syarat namun dianjurkan karena dapat membatu hadirnya niat dalam hati. Menurut sebagian ulama, niat merupakan rukun, namun ada pula yang mengatakan bahwa niat adalah syarat.

Beberapa ulama berpendapat bahwa niat dalam puasa diwajibkan untuk dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. Yang tidak boleh tidak untuk menentukannya sebelum tebit fajar. Dan hendaknya orang yang berpuasa men-ta’yin (menentukan) puasanya jika melaksanakan puasa wajib semisal mengucapkan:
نويت صيام غد من شهر رمضان
"Saya niat puasa esok hari di bulan Ramadhon"

Namun ulama lain berpendapat bahwa ukuran kemestian dalam pelaksanaan niat adalah seseorang cukup mengetahui saja bahwa besok dia akan melaksanakan puasa Ramadhan. Dalam madzhab Maliki, niat berpuasa cukup satu kali untuk satu bulan penuh.

Oleh sebab itu, bagi yang sanggup melaksanakan niat setiap hari di bulan ramadhan maka laksanakanlah karena ini merupakan hukum yang asal dan lebih utama. Dan ini menjadi pegangan bagi pengikut madzhab syafi'i. Namun bagi yang takut hilap dan lupa dalam melaksanakan niat tiap hari, maka dibolehkan niat satu kali untuk sebulan penuh dengan mengharap karena Allah Ta’ala. Namun baiknya dianjurkan berniat lagi disetiap hari. Wallohu a'lam.

Berikut ini adalah contoh lafadz niat puasa yang diambil dari kitab Kifayah Al-Ubbadin:
  • Contoh niat puasa setiap hari di bulan ramadhan:
نَوَيتُ صَومَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانْ هَذِهِ السَنَةِ لِلَهِ تَعَالى

Artinya: "Saya niat berpuasa hari esok, melaksanakan puasa wajib ramadhan, tahun ini karena Allah Ta'ala"
  • Contoh niat puasa untuk satu bulan penuh:
نَوَيتُ صَومَ شَهرِ رَمَضَانْ كُلِهِ لِلَهِ تَعَالى

Artinya: "Saya niat puasa untuk sebulan Ramadhan penuh, karena Allah Ta'ala"

Referensi:
  • Kifayah Al-Ubbadin
  • Kasyifah As-Saja Sarah Safinah An-Naja Hal. 117
  • Tanwir Al-Qulub Hal. 228
  • I'anah At-Tholibin Juz 2 hal. 249
  • Darul Ifta Mesir http://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx?ID=1203
***

Rifqi Marzooqie
Post a Comment
Click to comment