Ini Islam Nusantara Yang Paling Sederhana

author photo
Islam Nusantara

Dakwah.web.id ~ Islam Nusantara hanyalah sebuah istilah yang tidak ada gunanya, tidak berarti, dan tidak perlu dipersoalkan. Islam Nusantara muncul dengan sendirinya, muncul akibat rasa bangga, rasa cinta, serta rasa sayang terhadap agama islam dimana pun adanya. Namun pula dibarengi dengan rasa nya'ah terhadap tanah air dengan segala keramahannya, yakni nusantara.

Islam Nusantara yang dimaksud adalah orang Indonesia yang beragama islam, bukan orang islam yang kebetulan tinggal di indonesia.

Islam nusantara juga berarti, islamnya orang yang mencintai keluhuran islam untuk tetap berada di tanah air. Memperlihatkan Islam yang ramah tanpa amarah. Islam yang berpegang pada ajaran Rasulullah SAW dan para jama'ah:

Yakni dalam berfiqih mengikuti salah satu dari empat madzhab masyhur dan mu'tabar: Syafi'iyyah, Malikiyyah, Hanafiyyah, dan Hanabilah.

Dalam aqidah dan teologi berpegang terhadap aqidahnya mayoritas muslim dunia dari masa kemasa (as-sawad al-a'dzom), aqidahnya Ahlusunnah wal jama'ah. Yakni sebagaima yg telah didisiplinkan oleh Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan imam Abu Mansyur Al-Maturidi. Bukan aqidahnya mu'tazilah, khawarij, syi'ah, salafiyah wahabiyah, salafiyah jihadiyah, JIL, dsb.

Dalam bidang tasawwuf mengikuti metode yang disistematiskan oleh Imam Al-Ghazali dan Imam Junaidi Al-Baghdadi.

Metode keilmuannya harus shahih, berdiri diatas Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tapi tetap mesti cinta tanah air. Sebab, kita akan sulit tentram dalam beragama apabila orang2 yang ada di tanah airnya tidak cinta daerahnya. Apalagi ingin selalu bikin keonaran. Kita bisa lihat konflik timur tengah, naudzubillah. Tiada ketentraman dalam beragama salah satunya karena senantiasa onar didaerahnya.

Dan satu lagi, islam nusantara dibangun oleh para wali yang senantiasa shalih dari masa kemasa. Wali Songo.

Islam nusantara cara belajarnya harus dari guru ke guru. Atau setidaknya mengikuti orang yang pernah berguru dari guru ke guru.keilmuannya Harus bersanad sampai pada ajaran Rasulullah. Maka dari itu #AyoMondok ke pesantren dan mendapatkan bimbingan secara langsung dari guru yang mursyid. Belajar dari internet boleh, namun tidak boleh serampangan mengambil. Agama tidak semudah search di google atau baca tulisan di FP Facebook denga segala pencitraan.

Orang non-muslim saja kemungkinan bisa bikin domain semisal islamsejati.com dan menulis artikel keislaman. Sambil menyusupkan faham nyeleneh yang tanpa disadari oleh pembacanya. Sebab pembaca itu polos, asal copas, tanpa tabyyun dan tahqiq, mereka langsung percaya sebab domainnya begitu islamis. Pedahal mereka tidak tahu siapa yang nulis. Maka jangan sembarang copas dan jangan sembarang berguru.

Sejatinya, berguru itu mesti secara langsung sebagaimana yang disyaratkan dalam agama.
***
(RM)

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post