Type something and hit enter

author photo
By On
Bila Ini Terjadi, Maka Kiamat Sudah Dekat
Kiamat sudah dekat?
Dakwah.web.id - Sahabat fillah, mari kita sejenak merenung, meresapi dan mendalami apa yang pernah diutarakan oleh baginda Nabi tercinta dalam hadist yang dikumpulkan:

ﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻣﺔ ﻳﺬﻫﺐ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺨﺸﻮﻉ ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻳﻜﺜﺮ ﻓﻴﻪ ﻣﻮﺕ ﺍﻟﻔﺠﺄﺓ ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﺗﻜﺜﺮ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻻ ﻳﺴﻠِﻢ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﺇﻻ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻳﻌﺮﻑ ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻳﻜﺜﺮ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻬﺮﺝ "ﺍﻟﻘﺘﻞ" ﻭﻳﺄﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻧﺎﺱ ﻳﺘﺒﺎﻫﻮﻥ ﺑﺎﻟﻤﻌﺼﻴﺔ . ﻗﻴﻞ : ﻣﺘﻰ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻳﺤﺼﻞ ﻫﺬﺍ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻓﺈﺫﺍ ﺣﺪﺙ ﻓﺎﻧﺘﻈﺮﻭﺍ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ
Artinya:
"Akan datang suatu masa hilangnya ke-khusyu'-an pada umatku, banyak yang mati kaget, akan ada banyak goncangan, dimana seorang muslim tidak mengucap salam kecuali pada orang yang ia kenal, dan akan datang suatu masa yang dimana didalamnya banyak pembunuhan, dan manusia merasa bangga dengan maksiat. Dikatakan: kapan itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Itu akan ada pada akhir zaman. Maka ketika itu terjadi, tunggulah datangnya kiamat.." (Al-Hadist)

Hadist tersebut mirip-mirip dengan apa yang terjadi di zaman kita sekarang. Dan kita dituntut untuk lebih sadar diri untuk memperbanyak istighfar dengan memohon ampunan pada Allah SWT. Karena kita tidak pernah tahu dan tidak pernah bisa tahu bagaimana rencana Allah. Ialah Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak.

Coba kita renungkan wahai sahabat fillah. Sungguh kita merugi bila kemudian kita lengah. Bilamana ajal kita tiba, bilamana kiamat datang, kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi. Namun mungkin saja itu terjadi dalam waktu dekat. Bisa jadi hari esok, hari ini, atau bahkan detik ini. Sungguh semua bisa terjadi kapan saja.

Terlebih kiamat bukan berarti mesti kehancuran alam semeseta. Melainkan kematian kita, hilangnya ruh kita, itupun merupakan kiamat yang paling nyata dan paling dekat untuk kita hadapi.

Kita dihadapkan pada berbagai keanehan. Keanehan hari ini, misalnya:
Seorang anak, bahkan pada tingkatan yang paling kecil kini sudah diberikan telpon genggam, smartphone, atau semisilnya. Bahkan kendaraan seperti motor, mobil, hingga sejumlah harta lainnya, pun diberikan. Namun sering kali orang tua atau kita yang ada disekitarnya lupa untuk memberikan pengetahuan agama serta bimbingan moral yang merupakan kemistian menuju keselamatan.

Keanehan hari ini:
Para kaum perempuan kini banyak yang lalai dengan "merobohkan rahasia rumah" yang mestinya diketahui secara pribadi, namun kini dibincangkan kesetiap rumah. Dari mulut ke mulut.

Keanehan hari ini:
Baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah kini banyak berkhianat terhadap pasangannya sendiri dengan alasan kurangnya romantisme dalam berkeluarga. Pedahal ini hanya godaan dan tipu daya setan.

Keanehan hari ini:
Gadis-gadis belia dimasa sekarang banyak yang memperlihatkan gambar-gambarnya, foto-fotonya, dengan berbagai gaya dan tingkah yang memperihatinkan.

Keanehan hari ini:
Orang tua lebih mementingkan urusan perut dan pakaian untuk diri dan anaknya. Mereka kadang lupa untuk hal yang lebih penting dari hal tersebut. Yakni mendidik adab dan akhlak.

Keanehan hari ini:
Para pekerja sekarang ini banyak yang bekerja diluar keikhlasan sebab gaji yang kecil. Hanya mengeluh dan mengeluh tanpa pernah menguatkan keyakinan bahwa Allah SWT adalah sang Maha Pemberi Rejeki. Allah SWT memberkahi orang yang mencari rejeki halal dan menghinakan terhadap mereka yang tenggelam pada cara-cara yang haram.

Keanehan hari ini:
Kita saat ini akan sangat antusias mendengarkan musik dan nyanyian. Sedang ketika kalamullah diperdengarkan kita malah menciut seolah menutup telinga.

Keanehan hari ini:
Kita belanja ke Mall membawa harta yang banyak masih saja kurang. Sedang saat dibawa untuk sekedar sedekah merasa bahwa harta yang kita bawa terlalu banyak.

Keanehan hari ini:
Kita sering berbicara sekenanya tanpa menggunakan aturan dan penyaringan terlebih dahulu. Kita lupa bahwa setiap apa yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat Raqib dan 'Atid.

Keanehan hari ini:
Kita sering melihat istri, anak, atau ahli kita memakai pakaian yang menimbulkan fitnah. Dan kita sering membiarkannya tanpa khawatir sedikit pun. Yang mana kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban dari apa yang menjadi tanggung jawab kita.
***

Rifqi Marzooqie

1 komentar:

avatar

Semua hal di atas telah banyak terjadi di masyarakat kita

Post a Comment
Click to comment