Zina Mata, Apa Sebabnya?

Zina Mata, Apa Sebabnya?

Dakwah.web.id - Sahabat fillah, pernahkah kita mendengar istilah zina mata? Saya kira kita pasti semua pernah mendengarnya. Karena istilah tersebut rasanya memang sudah tidak asing, dan cukup populer dikalangan muslim yang rajin mengaji.

Bila umumnya kita mengetahui bahwa zina itu adalah sebuah perbuatan dimana seorang laki-laki dan perempuan melakukan hubungan suami istri diluar pernikahan, maka zina mata adalah apa? Ini yang mesti kita pahami dan kita pelajari bersama.

Mata bisa melakukan Zina, penyebabnya karena penglihatan yang sulit terjaga. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺘَﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﺣَﻈَّﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ، ﺃَﺩْﺭَﻙَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﺎ ﻣَﺤَﺎﻟَﺔَ، ﻓَﺰِﻧَﺎ ﺍﻟْﻌَﻴْﻨَﻴْﻦِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ، ﻭَﺯِﻧَﺎ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺍﻟﻨُّﻄْﻖُ، ﻭَﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺗَﻤَﻨَّﻰ ﻭَﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ، ﻭَﺍﻟْﻔَﺮْﺝُ ﻳُﺼَﺪِّﻕُ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻭْ ﻳُﻜَﺬِّﺑُﻪُ
Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (Shahih Bukhari, no.6243 dan Shahih Muslim, no.2657)

Melihat lawan jenis dari kalangan ajnabiy (ghair mahram) dengan syahwat dan gairah penuh nafsu adalah sesuatu yang diharamkan. Berbincang dengan lawan jenis dengan maksud mendapatkan kepuasan syahwat lewat perbincangan tersebut pun adalah haram. Menyentuh lawan jenis dengan bersentuhan kulit secara langsung tanpa penghalang pun juga haram.

Dan yang paling kita sesalkan, bahwa banyak dari kita yang sulit menghindari ini. Sulit menyelamatkan diri dari bahaya ini. Ya zina mata. Ini adalah zina yang paling, dan seolah setiap hari kita lakukan. Disetiap waktu bahkan disetiap tempat. Adanya televisi, media sosial, di tempat umum, dan dimana pun kita berada, sadar tidak sadar kita berbuat ini.

Begitupun berbincang dengan lawan jenis yang ghair mahram. Sadar tidak sadar, kita senantiasa melakukannya. Parahnya, bila tujuan kita berbincang tersebut untuk mencari sensasi yang kaitannya dengan syahwat, maka kita jelas tenggelam dalam kesalahan.

Hal-hal tersebut diatas, baik melihat, berbincang, menyentuh, dan lain sebagainya yang tidak kita sengaja, atau tanpa tujuan syahwat mungkin bisa digolongkan pada kesalahan kecil. Oleh karena itu, kunci utama adalah perbaiki niat dan ketulusan hati. Kita tekadkan perbaikan diri dalam hati, dan kita tanamkan sejak dini, dimulai dari sekarang.

Selain mesti banyak beristighfar, kita pun dianjurkan untuk memperbanyak berwudu dengan hati yang ikhlas. Baik berwudlu sunnah maupun wudlu yang kaitannya dengan wajib. Sebab berwudlu dapat mengantar kita pada ketentraman hati. Setiap kesalahan kecil yang tidak sengaja kita lakukan sebagaimana diatas semoga luntur seiring dengan air wudlu yang berjatuhan. Amin. Insyallah mudah-mudahan.

Inilah hikmah berharga bagi kita. Semoga kita senantiasa memperbaiki diri. Menjaga penglihatan kita. Sebab penglihatan merupakan sebab adanya zina mata apabila kita melalaikannya. Lahaula wa laa quwwata illa billah..
***

Oleh: Rifqi Marzooqie
Post a Comment
Klik untuk berkomentar