Type something and hit enter

author photo
By On
Shalat Sunnah Witir dan Pelaksanaannya

Dakwah.web.id - Salat witir merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

يا أهل القرآن أوتروا فإن الله عز وجل وتر يحب الوتر
"Hai ahli Qur’an, berwitirlah kalian! Karena sesungguhnya Allah itu witir/tunggal, Ia suka kepada (shalat) witir” (HR Abu daud dishahihkan At-Tirmidzi)

Shalat witir merupakan shalat yang bilangan rakaatnya ganjil. Adapun rakaat dalam shalat witir yang paling sedikit adalah satu rakaat. Namun, minimal kesempurnaanya adalah tiga rakaat. Dan lebih sempurna lagi bila dilaksanakan sampai lima rakaat, atau tujuh rakaat, atau sembilan rakaat, atau paling banyak adalah sebelas rakaat. Tergantung kesanggupan kita. Tentunya semakin banyak akan semakin baik.

Disunnahkan bagi yang melaksanakan shalat witir dengan bilangan rakaat sebanyak tiga rakaat, setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama disunnahkan melanjutkan membaca surat Al-A’la, dan di rakaat kedua membaca surat Al-kafirun, dan di rakaat ketiga membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq,  kemudian An-Nas, masing-masing sebanyak satu kali.

Disunnahkan bagi yang melaksanakan shalat witir lebih dari satu rakaat untuk memisah diantara rakaatnya dengan salam. Semisal, jika kita hendak melaksanakan shalat witir tiga rakaat maka kita laksanakan dahulu dua rakaat kemudian salam, lantas ditambah satu rakaat lagi. Jika ingin melaksanakan lima rakaat maka, laksanakan dua rakaat lantas salam, dua rakaat lagi lantas salam, selanjutnya ditambah satu rakaat akhir.

Melaksanakan shalat witir dengan dipisah-pisah seperti diatas lebih utama ketimbang dilaksanakan secara langsung dengan satu salam. Banyak hadist yang membahas tentang ini, sebagaimana Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Al-Majmu. Karena ada hadist yang mengatakan:

لا توتروا بثلاث ولا تشبهوا الوتر بصلاة المغرب
“Janganlah kalian melakukan shalat witir dengan tiga raka’at, dan jangan serupakan witir dengan shalat Maghrib.”

Jika seseorang telah melaksanakan shalat jama taqdim Isya dan Maghrib, maka baginya sudah dibolehkan melaksanakan shalat witir meskipun belum masuk waktu isya. Namun disunnahkan pula melaksanakan shalat witir pada akhir shalat malam walaupun sebelumnya sempat tidur terlebih dahulu. Ini karena ada hadist yang diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim:

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ  بِاللَّيْلِ وِتْرًا. رواه البيهقي وأبو داود (الجامع الصغير ص: 10
Artinya : “Lakukanlah shalat yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir”. HR. Baihaqi dan Abu Dawud.

Disunnahkan pula melaksanakan qunut disetiap rakaat akhir witir pada separuh kedua di bulan Ramadlan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist abu daud:

أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ قَنَتَ فِيهِ لَمَّا جَمَعَ عُمَرُ النَّاسَ عَلَيْهِ فَصَلَّى بِهِمْ أَيْ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ

Adapun praktek qunutnya sebagaimana qunut dalam shalat shubuh baik dalam lafadz, tempat, kerasnya, maupun tuntutan sjud sahwi apabila meninggalkannya. Adapun pelaksanaan shalat witir secara berjamaah disunnahkan pada saat bulan ramadlan.
 ***

Rifqi Marzooqie
Post a Comment
Click to comment