Malam Nisfu Sya'ban dan Ibadah Didalamnya

author photo
Malam Nisfu Sya'ban dan Ibadah Didalamnya
Dakwah.web.id - Malam Nisfu Sya'ban

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا
“Ketika tiba malam nisfu sya’ban, maka beribadah malamlah kalian, dan berpuasalah pada siangnya” (HR. Ibnu Majah)
Keutamaan Doa dalam Islam
Allah SWT Berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah maha dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran" (QS Al-Baqarah 2:186)

Rasulullah SAW bersabda::

الدُّعَاءُ مُخُّ العِبَادَةِ
"Doa itu inti Ibadah" (HR. Tirmidzi)

Ini bemakna bahwasanya kedudukan doa dalam ibadah sangatlah luhur. Sebab ketika seorang mukmin melaksanakan doa maka secara tidak langsung ia telah melakukan ikrar dan pembuktian bahwa Allah SWT adalah tuhannya. Serta meyakini atas kekuasaan Allah dan mengakui atas nikmatnya yang banyak yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya.

Keutamaan melaksanakan sunnah Ibadah Malam karena Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:
أفضلُ الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل
“Shalat yang paling utama setelah shalat fardlu adalah shalat malam” (HR. Muslim)

Melaksanakan ibadah malam merupakan sunnah Rasulullah SAW yang mana beliau sering melaksanakannya. Baik ibadah malam tersebut diisi dengan melaksanakan shalat, berdoa, berdzikir, beristighfar, ataupun memperbanyak membaca shalawat terhadap baginda Nabi Muhammad SAW dan membaca ayat suci Al-Qur’an. Dan semua ini merupakan hal yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan menjauhi terhadap larangan-Nya.

Malam Nisfu Sya’ban dan amaliah di dalamnya

Malam nisfu sya’ban merupakan malam yang berkah dan mulia. Malam dimana bila kita isi dengan ibadah semisal shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan lain sebagainya, maka akan sangat dinilai baik dan mendapat pahala yang besar. Diriwayatkan dari Nabi SAW:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا
“Ketika tiba malam nisfu sya’ban, maka ibadah malamlah kalian, dan berpuasalah pada siangnya” (HR. Ibnu Majah)

Hal yang paling baik dilaksanakan seseorang pada malam ini adalah bertakwa kepada Allah SWT. Yakni menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi terhadap apa yang dilarang-Nya sebagaimana yang mesti dilaksanakan pada hari biasa. Karena ini adalah kunci dari segala kebaikan. Allah SWT berfirman:
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kalian meninggal kecuali ada dalam keislaman” (QS. Ali Imran: 102)

Sebab orang yang pintar dan cerdik dalam ibadah senantiasa memanfaatkan waktunya untuk melaksanakan taqwa. Datangya malam nisfu sya’ban akan dimanfaatkan untuk memperkuat amal ibadah yang pada hari-hari biasa senatiasa dilaksanakan.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa” (QS. AL-Baqarah: 197)

Namun perlu kita perhatikan, meski malam nisfu sya’ban merupakan malam berkah nan mulia, hendaknya kita melaksanakan amaliayah berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Sebab terdapat beberapa kalangan awam yang mengutip hadist-hadist palsu didalam permasalahan ini. Dan ini yang sangat disayangkan. Misalnya seperti hadist

رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي
dan..
رجب شهر الاستغفار وشعبان شهر الصلاة على النبيّ ورمضان شهر القرءان فاجتهدوا رحمكم الله

Kedua hadist tersebut tidak ada asalnya menurut para ulama ahli hadits.

Adapun membacakan surat yasin pada malam nisfu sya’ban adalah keutamaan serta menjadikan pahala sebagaimana dilaksanakan di waktu-waktu yang lainnya. Namun, perlu kita perhatikan bahwa tidak ada tuntunan dari Rasulullah SAW secara khusus yang mensunnahkan membacanya pada malam tersebut. Tapi hal ini bukan berarti kita tidak membacanya, sebab, tentu ini adalah ibadah. Kita membacakan di malam nisfu sya’ban tentu mendapat pahala sebagaimana dibacakan di waktu-waktu lainnya.
***

Rifqi Marzooqie

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post