Maksiat Mata, Setiap Hari Kita Melakukannya

author photo
Maksiat Mata, Setiap Hari Kita Melakukannya

Dakwah.web.id - Sahabat fillah, saat ini kita dihadapkan pada zaman dimana kita disuguhi aurat secara gratis, bebas, dan leluasa. Jika orang tua kita dahulu berkata, "Dulu tuh kalau ingin lihat aurat perempuan susah banget, mesti ngintip-ngintip. Nah sekarang? Kita malah bisa melihat aurat perempuan dimana saja. Bahkan paha dan daerah vital lainnya pun sudah bisa kita lihat dengan mudah, leluasa, dan gratis. Terlebih, kita sudah tidak perlu ngintip-ngintip, justru mereka yang ngasih lihat sendiri." Maka ternyata ini memang ada benarnya.

Setiap hari, rasanya kita tidak pernah sekalipun luput dari yang namanya melihat aurat. Selalu saja ada yang senantiasa terlihat dan terpampang. Dimana saja, kapan saja pasti ketemu. Di televisi, media sosial, di tempat umum, di sekolah, di kantor, dan lainnya.

Sulit memang. Apalagi, rata-rata aurat vulgar tersebut kebanyaan dilakukan oleh kaum perempuan. Kaum yang justru dikenal memiliki  aurat yang lebih banyak, yakni seluruh tubuh kecuali bagian muka dan telapak tangan. Aneh bukan?

Namun, bukan berarti perempuan tidak terkena getahnya. Sebab, beberapa kaum pria pun ada yang sering memperlihatkan auratnya. Meskipun jumlahnya tidak banyak.Dan lagi, masalah aurat bukan hanya tentang antar jenis yang berbeda, melainkan aurat sesama jenis pun tetap merupakan larangan. Artinya ketika seorang perempuan memperlihatkan aurat, maka dosa bukan hanya untuk lelaki saja, melainkan perempuan pun sama berdosa apabila melihat aurat perempuan lain yang ghair mahram. Begitu pun lelaki. Apabila lelaki melihat aurat lelaki, itu pun tidak diperkenankan.

Pedahal, sesungguhnya apa yang kita lihat serta kita dengar seluruhnya akan dipertanggung jawabkan. Saywngnya kita sering lalai, sering lupa dengan hal ini. Allah SWT Berfirman:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟـﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺆُﻭﻻً
Artinya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, seluruhnya akan dimintai pertanggung jawaban" (QS. Al-Isra: 36)

Kunci utama adalah perbaiki niat dan ketulusan hati. Kita tekadkan perbaikan diri dalam hati, dan kita tanamkan sejak dini, dimulai dari sekarang. Tidak ada jalan keluar dari apa yang sedang kita hadapi sekarang kecuali bertakwa. Sebab taqwa merupakan sebaik-baiknya bekal.

ﻭَﺗَﺰَﻭَّﺩُﻭﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟﺰَّﺍﺩِ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ
Artinya: "Berbekalah kalian, maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa." (QS. Al-Baqarah: 197)

Inilah hikmah berharga bagi kita. Semoga kita senantiasa memperbaiki diri. Menjaga penglihatan kita. Sebab penglihatan merupakan sebab adanya zina mata apabila kita tidak menjaganya. Lahaula wa laa quwwata illa billah.
***

Oleh: Rifqi Marzooqie

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post