Type something and hit enter

author photo
By On
Makna Hadist: Idza Mata Ibnu Adam
Dakwah.web.id

ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﻋﻨﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ: ﺇﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﺔ ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ 
Arttinya:
“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim di dalam shahihnya juz 2 hal. 70 hadis no. 1631)

Hadist ini memberitahu pada kita bahwa seseorang yang sudah meninggal tidak bisa lagi melakukan amal yang mampu mamperbarui terhadap pahalanya. Artinya seseorang yang sudah meninggal tidak bisa lagi menambah atau mengurangi amalnya sendiri sehingga berpengaruh terhadap pahalanya.

Baca juga: Membaca Al Fatihah Untuk Orang Meninggal Menurut Mayoritas Ulama

Adapun bila orang meninggal tersebut mendapat kemanfaatan dari amal yang dilakukan orang lain maka hal tersebut masih bisa. Artinya orang yang sudah meninggal masih bisa menerima manfaat dari amal yang dilakukan orang lain. Seperti halnya didoakan dan sebab sodaqoh yang dilakukan. Meskipun amal tersebut tidak dilakukan oleh anaknya, melainkan orang lain.

Begitupun misalnya, orang yang sudah meninggal masih bisa menerima kemanfaatan amal atas bacaan Al-Quran dari seseorang yang lantas berdoa untuk bisa menjadi pahala bagi si mayit. Semisal ia berdoa seperti ini:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻭﺻﻞ ﺛﻮﺍﺏ ﻣﺎ ﻗﺮﺃﺗﻪ ﺇﻟﻰ ﻓﻼﻥ، ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Artinya:
"Yaa Allah, sampaikanlah pahala bacaanku kepada almarhum si fulan, dengan izin-Mu"

Imam An-Nawawi berkata dalam syarh kitab Shahih Muslim:

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ: ﺃﻥ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﺑﻤﻮﺗﻪ، ﻭﻳﻨﻘﻄﻊ ﺗﺠﺪﺩ ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﻟﻪ، ﺇﻻ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺳﺒﺒﻬﺎ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻪ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻔﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻴﻢ، ﺃﻭ ﺗﺼﻨﻴﻒ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳﺔ، ﻭﻫﻲ ﺍﻟﻮﻗﻒ . ﺍﻫـ
Artinya:
"Para ulama berkata tentang makna hadist ini: Sesungguhnya amal seorang yang telah meninggal terputus sebab kematiannya. Akan terputus pula pembaruan pahalanya. Kecuali pada tiga perkara ini dikarenakan apa yang menjadi sebabnya. Bahwa anak adalah hasil darinya. Begitupun ilmu yang sebelumnya ia ajarkan atau susunkan, begitupun shodaqoh jariyah yang merupakan waqaf."

Dan bagi sebagian orang yang menjadi penggemar Ibnu A-Qoyyim, maka kami ingin mengutip pendapat Ibnu Al-Qoyyim yang berpendapat:

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﺳﺘﺪﻻﻟﻜﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ " ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﻋﻤﻠﻪ " ، ﻓﺎﺳﺘﺪﻻﻝ ﺳﺎﻗﻂ، ﻓﺈﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﺍﻧﺘﻔﺎﻋﻪ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺃﺧﺒﺮ ﻋﻦ ﺍﻧﻘﻄﺎﻉ ﻋﻤﻠﻪ، ﻭﺃﻣﺎ ﻋﻤﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻬﻮ ﻟﻌﺎﻣﻠﻪ ﻓﺈﻥ ﻭﻫﺒﻪ ﻟﻪ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺛﻮﺍﺏ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﻌﺎﻣﻞ، ﻻ ﺛﻮﺍﺏ ﻋﻤﻠﻪ ﻫﻮ، ﻓﺎﻟﻤﻨﻘﻄﻊ ﺷﻲﺀ ﻭﺍﻟﻮﺍﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺷﻲﺀ ﺁﺧﺮ. ﺍﻫـ
Artinya:
"Adapun dugaan kalian tentang hadits Nabi SAW 'idza maata al-abdu..' adalah dugaan yang gugur. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berkata 'terputus kemanfaatan amal' melainkan terputus amalnya. Adapun amal orang lain maka itu merupakan amalnya, bila dikirimkan bagi orang meninggal, maka akan sampai pahalanya ... Amal terputus merupakan satu perkara, dan amal yang sampai merupakan perkara yang lain."
***

Rifqi Marzooqie

3 komentar

avatar

Ketika seseorang mati meninggalkan hutang dan anak-anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak bisa melunasi hutang-hutangnya. Maka, ketika ada orang lain - selain anak-anak / keluarganya - melunasi hutang-hutang si mati itu, maka si mati sudah terbebas dari hutang-hutangnya.

Hal ini menunjukkan bahwa amaliyah bukan dari anak-anak / keluarga si mati, juga bermanfaat bagi si mati itu sendiri.

avatar

Terimakasih atas tambahannya, sangat bermanfaat sekali berkaitan dengan doa yang tentunya sampai untuk orang meninggal.

avatar

Alhamdulillah.. Akhir nya saya menemukan web yang selama ini saya cari.. Dan selalu saya tanyakan masalah masalah ini kepada guru guru saya..

Post a Comment
Click to comment